Tampilkan postingan dengan label sepak bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepak bola. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2012

10 Catatan Paling Kelam Perjalanan TimNas PSSI Sepanjang Sejarah

Baru saja kita dikejutkan dengan kekalahan Timnas Indonesia di ajang Pra Piala Dunia melawan Bahrain yang berkesudahan 10-0 bagi kekalahan timnas Indonesia, hal yang harus diperlu dimbail pelajaran bagi semua pengurus PSSI untuk memperbaiki citra ini karena hal seperti ini akan membekas lama di hati rakyat Indonesia khususnya pecinta sepakbola, tapi ternyata itu bukanlah hal yang pertama kali terjadi, dari yang apasih.com kumpulkan ternyata timnas Indonesia memiliki beberapa cerita kelam dimasa lampai hingga kini, berikut kita simak 10 Catatan Paling Kelam Selama Sejarah TimNas PSSI.



1. Mogok di debut regional, vs Thailand 1-1, SEA Games 1977
Untuk kali pertama Indonesia berpartisipasi di pesta olahraga negara Asia Tenggara, SEA Games. Di cabang sepakbola, Indonesia disematkan status favorit karena sudah langganan tampil di turnamen antarnegara seperti Merdeka Games, Piala Raja Thailand, atau Piala Presiden Korea Selatan. Status favorit kian lantang ketika Indonesia mampu mengalahkan tuan rumah Malaysia 2-1 pada laga debut SEA Games.

Setelah laga itu, skuad Indonesia menuding kubu tuan rumah menerapkan strategi tidak sportif dengan jadwal ketat. Puncaknya terjadi ketika di laga semi-final Indonesia memprotes kepemimpinan wasit Othman Omar, asal Malaysia, yang dianggap berat sebelah. Pemain Indonesia berkelahi dengan Thailand dan wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-60 pada kedudukan 1-1. Indonesia menolak melanjutkan laga sehingga panitia memberikan kemenangan kepada Thailand. Indonesia pun melanjutkan protes dengan mogok bertanding pada pertandingan perebutan medali perunggu melawan Burma.

2. Super-Mokh membungkam Senayan, vs Malaysia 0-1, SEA Games 1979
Setelah kasus mogok pada partisipasi debut, Indonesia berhasil melaju ke babak puncak SEA Games 1979 yang digelar di kandang sendiri. Ratusan ribu pasang mata memadati Senayan berharap Indonesia mampu melengkapi gelar juara umum dengan medali emas cabang primadona, sepakbola. Apalagi musuh di laga puncak adalah seteru abadi, Malaysia. Harapan masyarakat Indonesia musnah di kaki penyerang legendaris Harimau Malaya, Mokhtar Dahari. Memanfaatkan kecerobohan Ronny Pattinasarany, pemain berjuluk Super-Mokh itu berhasil membobol gawang Ronny Paslah pada menit ke-21. Indonesia gagal membalas sepanjang sisa pertandingan dan rivalitas dua negara tetangga ini pun kian dalam.


2. Raksasa melawan liliput, vs Fiji 3-3, Kualifikasi Piala Dunia 1982
Indonesia tak mampu mengalahkan Fiji, negara seukuran provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam dua pertemuan pada kualifikasi Piala Dunia 1982. Tergabung di Sub Grup A kualifikasi Piala Dunia 1982 bersama Selandia Baru, Australia, Taiwan, dan Fiji, Indonesia nyaris saja terhempas menjadi juru kunci.

Hasil buruk dibukukan pada empat laga pertama ketika dibekuk Selandia Baru 2-0 dan 5-0, kandang dan tandang, menyerah 2-0 dari Australia di Melbourne, dan bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Fiji. PSSI memutuskan mengganti pelatih Harry Tjong dengan Endang Witarsa. Di Senayan, dua hari sebelum melawan Fiji, seperti dilansir Tempo, manajer Syarnoebi Said akan menyuruh pemain Indonesia bersumpah guna menepis kecurigaan kemungkinan disuap. Di lapangan, Indonesia sempat unggul 3-1 sebelum akhirnya disamakan 3-3 oleh Fiji hingga pertandingan berakhir. Beruntung Indonesia selamat dari posisi juru kunci setelah menaklukkan Australia 1-0 pada laga pamungkas yang sudah tidak menentukan.

4. Antiklimaks Garuda 1, vs Thailand 0-7, SEA Games 1985
Hanya empat bulan setelah sukses menjuarai Sub Grup B kualifikasi Piala Dunia 1986 dan hanya kalah dari Korea Selatan yang lolos ke Meksiko, Indonesia tidak tampil dengan standar yang sama di SEA Games di Thailand. Padahal Indonesia tampil dengan sisa-sisa skuad Garuda 1 yang berlatih khusus di Brasil. Bedanya, Bertje Matulapelwa ditunjuk menjadi pelatih menggantikan Sinyo Aliandoe.

Pada partisipasi kali ini, Indonesia hanya mampu bermain imbang sekali dalam empat pertandingan. Puncaknya adalah kekalahan telak 7-0 dari tuan rumah Thailand di semi-final. Usai SEA Games, Bertje tetap dipercaya PSSI menangani timnas. Seperti diketahui, Bertje kemudian sukses membawa Indonesia menempati peringkat keempat Asian Games 1986. Kegagalan SEA Games rupanya menjadi pelecut Indonesia untuk melaju jauh di Asian Games dan kemudian sukses menjuarai SEA Games 1987 yang digelar di Jakarta.

5. Gol bunuh diri Mursyid Effendy, vs Thailand 2-3, Piala Tiger 1998
Untuk menghindari tuan rumah sekaligus favorit Vietnam di semi-final, Indonesia dan Thailand "menolak" menang pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A. Kedua tim sudah dipastikan lolos ke semi-final, tetapi hasil imbang saja sudah cukup bagi Thailand untuk menempati posisi runner-up dan terhindar dari laga melawan Vietnam. Ketidakseriusan memuncak usai jeda.

Indonesia memimpin dua kali sebelum selalu disamakan Thailand. Puncaknya, pada menit ke-90 Mursyid Effendi melesakkan bola ke dalam gawang sendiri! Thailand menang 3-2 dan berhadapan dengan Vietnam di semi-final. Ketua Umum PSSI Azwar Anas menyambut kepulangan timnas di bandara dan sambil berlinang air mata menyatakan pengunduran diri karena insiden memalukan itu. Setelahnya, Mursyid juga mendapat sanksi larangan bermain untuk timnas seumur hidup oleh FIFA.

6. Antiklimaks di Negeri Tirai Bambu, vs Cina 0-5, Piala Asia 2004
Bersama pelatih Bulgaria yang senantiasa didampingi penerjemah bahasa Indonesia, Ivan Kolev, membawa Garuda mengejutkan Asia dengan menundukkan Qatar 2-1 pada laga perdana Grup A Piala Asia 2004. Hasil tersebut menyebabkan Qatar memecat pelatih Philippe Troussier. Optimisme pun melambung karena minimal Indonesia membutuhkan satu poin tambahan melawan Cina dan Bahrain pada dua laga susulan. Nyatanya, Indonesia tampil lesu pada laga kedua menghadapi tuan rumah Cina. Alex Pulalo mendapat kartu merah pada menit ke-29 dan Garuda menyerah 5-0.

Pada laga terakhir Indonesia dikalahkan Bahrain 3-1 dan gagal masuk delapan besar. Kolev kemudian tidak melanjutkan tugas sebagai pelatih dan digantikan oleh Peter Withe untuk Piala AFF tahun yang sama. Tim besutan Withe, dengan mengandalkan bintang baru seperti Boaz Solossa dan Ilham Jayakesuma, tampil mempesona di turnamen tersebut.

7. Blunder Garuda Muda, vs Suriah 0-7, kualifikasi Piala Dunia 2010
Gairah publik meningkat setelah penampilan Indonesia di Piala Asia 2007 yang terbilang memuaskan meski gagal lolos ke babak perempat-final. Semangat melaju jauh di kualifikasi Piala Dunia pun mengapung ketika berhadapan dengan Suriah di babak eliminasi. Apa lacur, 9 November, Indonesia harus mengakui keunggulan tim tamu 4-1. Merasa tak lagi punya peluang, Indonesia mengirimkan tim U-23 yang disiapkan mengikuti SEA Games 2007. Kebijakan itu terbukti menjadi blunder. Garuda Muda menyerah 7-0 di Damaskus dan gagal total di Nakhon Rachasima, Thailand. Pelatih Ivan Kolev yang dipuja-puja saat Piala Asia pun sontak kehilangan kepercayaan PSSI dan digantikan dengan Benny Dollo di awal 2008.

8. Tersandung di Bukit Jalil, vs Malaysia 0-3, leg pertama final Piala AFF 2010
Sejengkal lagi perjuangan Indonesia mengakhiri puasa gelar sejak 1991 akan terwujud di Piala AFF 2010. Indonesia selalu menang dalam tiga pertandingan penyisihan grup dan dua laga semi-final melawan tim kejutan Filipina. Lawan di laga puncak adalah Malaysia, tim muda yang ditelan 5-1 pada laga pembuka di Senayan.

Dengan segala sorotan dan eksploitasi terhadap tim asuhan Alfred Riedl, termasuk dengan kegiatan tim mengikuti pengajian sebelum laga final, Indonesia tersandung di Bukit Jalil. Malaysia mengejutkan dengan kemenangan 3-0 dan hasil itu hanya mampu dibalas 2-1 pada laga kedua di Senayan beberapa hari berselang. Harapan publik untuk berprestasi pun kembali pupus. Enam bulan setelah turnamen, terjadi pergantian kepemimpinan PSSI dan Riedl secara kontroversial dipecat untuk digantikan dengan Wim Rijsbergen.

9. Skandal Senayan, vs Yugoslavia Selection 2-3, Laga eksebisi
Almarhum Tony Pogacnik tercenung setiap kali ditanya wartawan tentang peristiwa memalukan yang terjadi di tengah persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 1962 di negeri sendiri. Persiapan untuk cabang sepakbola digelar serius dengan menggelar pelatnas dan membentuk dua tim, Banteng dan Garuda.

Sejumlah laga ujicoba digelar, antara lain menghadapi Torpedo Moskwa dan Yugoslavia Selection. Pada kekalahan 3-2 melawan Yugoslavia Selection disinyalir sejumlah pemain timnas menerima suap. Pogacnik bahkan sampai berlinang air mata ketika kepolisian memeriksa dan menahan beberapa pemain atas tuduhan tersebut. Pada akhirnya, Pogacnik terpaksa membentuk tim yang sama sekali baru. Di Asian Games, Indonesia gagal terbang tinggi dan tersisih di penyisihan grup.

10. Tragedi Manama, vs Bahrain 0-10, Kualifikasi Piala Dunia 2014
Terakhir, tentu saja hasil yang baru saja terjadi di pertandingan terakhir kualifikasi menuju Brasil 2014. Tak lagi punya peluang, ditambah dengan masalah dualisme kompetisi, PSSI memberangkatkan tim yang hanya diisi para pemain dari kompetisi legal. Wim Rijsbergen tidak lagi menjadi pelatih dan Aji Santoso dipercaya menukangi tim. Hasil buruk rupanya merusak laga debut Aji serta sebagian besar para pemain di ajang internasional. Kekalahan 10-0 di Manama ini merupakan yang terbesar dialami Indonesia sepanjang sejarah, melampaui rekor 9-0 ketika dikalahkan Denmark pada 1974.yahoo.com

Sabtu, 25 Februari 2012

Bertemu Ronaldikin, Cannavaro Tertawa

Aksi Cannavaro dan Edgar Davids cs di Senayan (Foto) - 20120226_Fabio_Cannavarro_Bersama_Ronaldikin1.jpg
Bertemu Ronaldikin, Cannavaro: Ini Dia Ronaldinho Asli
Twitter Cannavaro
Cannavaro dan Ronaldikin

 Masih ingat Ronaldikin? sosok berwajah mirip pesepak bola Brasil, Ronaldinho ini sepertinya bakal jadi artis dadakan di luar negeri.
Bertepatan dengan kehadiran Fabio Cannavaro cs di acara Starbol, mantan kapten tim nasional Italia itu berkesempatan bertemu dengan Ronaldikin.
"Ronnie yang asli," kata Cannavaro menggunakan bahasa Italia melalui akun Twitter miliknya, @FabioCanna17, Jumat (24/2/2012) malam WIB.
Isi twit itu tak cuma kata-kata, melainkan foto dirinya bersama Robert Pires dan Ronaldikin.
Kiriman gambar lewat Twitter itu langsung menarik perhatian Wesley Sneijder. "Apa kamu gila. haha," balas pemain Internazionale itu beberapa menit kemudian melalui akunnya @Sneijder101010.
Tak hanya membalas postingan Cannavaro, Sneijder juga me-retweeted foto itu agar bisa dilihat followers-nya.
Di akun miliknya, Cannavaro mengirim dua foto dirinya bersama Ronaldikin. Dari foto terlihat Cannavaro sangat bersemangat bertemu dengan lelaki asal Bandung itu. Wajahnya berseri-seri dan menebar senyum. Ya, sepertinya dia kaget kalau di Indonesia ada sosok yang sangat mirip dengan Ronaldinho.

Sumber : webunik.blogspot.com

Aksi Cannavaro dan Edgar Davids cs di Senayan (Foto)

Aksi Cannavaro dan Edgar Davids cs di Senayan (Foto) - edgar_di_senayan1.jpg
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Mantan pemain Timnas Belanda, Edgar Davids, menunjukan aksinya dalam pertandingan futsal di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/2/2012). European and Friends hari ini bertanding dengan Samba and Friends dalam sebuah partai persahabatan, yang juga melibatkan pemain nasional Indonesia.
Aksi Cannavaro dan Edgar Davids cs di Senayan (Foto) - 20120226_Fabio_Cannavarro_Bersama_Ronaldikin1.jpg
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Mantan pemain Timnas Italia, Fabio Cannavaro (kiri) bercanda dengan Ronaldikin, dalam pertandingan futsal, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/2/2012). Tim European and Friends bertanding dengan Samba and Friends dalam sebuah partai persahabatan, yang juga melibatkan pemain Timnas Indonesia.
Aksi Cannavaro dan Edgar Davids cs di Senayan (Foto) - cannavaro_kapten.jpg
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Mantan pemain Timnas Italia, Fabio Cannavaro dalam pertandingan futsal, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/2/2012).
Aksi Cannavaro dan Edgar Davids cs di Senayan (Foto) - materazzi.jpg
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Mantan pemain Timnas Italia, Marco Materazzi, menunjukan aksinya dalam pertandingan futsal, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/2/2012). European and Friends hari ini bertandinga dengan Samba and Friends dalam sebuah partai persahabatan, yang juga melibatkan pemain Timnas Indonesia.
Aksi Cannavaro dan Edgar Davids cs di Senayan (Foto) - 20120226_Edgar_Davids_Main_Futsal.jpg
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Mantan pemain Timnas Belanda, Edgar Davids, menunjukan aksinya dalam pertandingan futsal, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/2/2012).


Laporan wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para mantan bintang klub papan atas Eropa menunjukkan aksinya di pertandingan Starbol European and Friends melawan Samba and Friends, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/2/2012). Pesepak bola Indonesia pantas belajar dari para bintang yang tengah mampir di Jakarta itu.
Semangat pantang menyerah di lapangan ditunjukan Edgar Davids, Marco Materazzi, Fabio Cannavaro, Robert Pires, Denilson, dan Djalminha.
Profesionalisme mereka tunjukan, meskipun sudah menempuh perjalanan jauh dengan berbagai aktivitas yang cukup melelahkan setibanya di Jakarta, tetapi Cannavaro Cs mampu bermain secara total. Padahal sudah disiapkan banyak pemain Indonesia sebagai cadangan untuk mengantisipasi kelelahan para pemain.
Jacksen F Tiago selaku pelatih tim Samba and friends menjelaskan bahwa pertandingan tersebut merupakan pertandingan yang menarik. Itu karena para pemain menunjukan skillnya sehingga bisa menghibur para penonton walau pada akhirnya tim samba and friends kalah.
"Mereka menunjukan bagaimana profesonalisme sebagai pemain. Meskipun sudah menempuh perjalanan yang lama mereka tidak mau keluar lapangan, tidak mau kalah. Semoga ini menjadi pelajaran bagi sepak bola Indonesia," ungkap Jacksen di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/2/2012) malam.
Danurwindo yang menjadi pelatih European and friends mengatakan hal serupa. Ia menganggap pertandingan tersebut bisa memberikan pelajaran yang baik bagi sepak bola Indonesia meski hanya sebuah eksebisi.
Bima Sakti dan Ponaryo Astaman yang ikut dalam pertandingan pun sepakat dengan para pelatih. Menurutnya Cannavaro cs menunjukan keseriusan, sportivitas, semangat, dan tidak mau kalah.

Sumber : webunik.blogspot.com

Sabtu, 18 Februari 2012

Pesan Henry Untuk Fans Arsenal

Pesan Henry Untuk Fans Arsenal 
 
Bola.net - Mantan striker Arsenal yang baru saja kembali ke New York Red Bulls, Thierry Henry, berharap The Gunners dan suporter tetap bersatu mendukung tim dalam situasi sulit.

Laga terakhir Henry selama masa pinjaman bersama Arsenal berakhir dengan mimpi buruk saat kalah 0-4 dari AC Milan pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions hari Rabu kemarin.

Henry mengakui, saat ini Arsenal berada pada situasi sulit dan fakta bahwa skuad Arsene Wenger tersebut belum pernah juara dalam waktu hampir tujuh musim.

"Bahkan generasi sebelum tim ini meraih gelar ganda tahun 1998 atau 1971, mereka pernah mengalami situasi sulit," kata Henry pada Arsenal Player.

"Jadi, inilah saatnya bagi saya harus mengatakan pada suporter, jangan lupakan hal itu. Tak selamanya semua berjalan indah, anda harus mengingat saat di mana pada akhir pertandingan anda hanya ingin langsung pulang ke rumah,"

"Yang jadi perbedaan adalah bagaimana tim ini bereaksi dari situasi sulit tersebut dan saya yakin tim ini memiliki kemampuan untuk melakukannya,"

"Bila anda seorang fans Arsenal, maka anda akan selalu menjadi fans Arsenal, itulah jalannya. Once a Gunner you are always a Gunner, tak akan bisa berubah," tegas Henry. (ap/zul)

Sumber : bola.net 
Sumber : webunik.blogspot.com

Selasa, 14 Februari 2012

Asal-Usul Kartu Merah dan Kuning

http://supermilan.files.wordpress.com/2010/03/kartu_merah.jpg?w=468&h=200
Apakah penggunaan kartu merah dan kuning sudah dikenal begitu sepak bola modern muncul? Jawabannya tidak. Kartu merah dan kuning baru diperkenalkan pada Piala Dunia 1970.
Namun, inspirasinya muncul pada Piala Dunia 1966, pada perempat final antara tuan rumah Inggris dan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein.
Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein. Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu. Dia pun tak segera meninggalkan lapangan.
Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Ken Aston, kemudian masuk ke lapangan. Dengan sedikit modal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan. Pasalnya, wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu. Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin.
Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir. Harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Dengan demikian, wasit tak perlu harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.
Suatu hari, dia berhenti di perempatan jalan. Melihat lampu lalu lintas, dia kemudian mendapatkan ide. Kemudian, dia mengusulkan agar wasit dibekali kartu kuning dan merah. Kartu kuning untuk memberi peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran. Adapun kartu merah untuk sanksi berat, dan pemain yang melakukan pelanggaran berat itu harus keluar dari lapangan.
Ide itu diterima FIFA. Pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah kali pertama digunakan. Ironisnya, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dilayangkan sehingga kartu merah tak bisa “pamer diri” pada Piala Dunia 1970.
Meski ide tersebut datang dari wasit Inggris, negeri itu tak serta merta menerapkannya di kompetisi mereka. Kartu merah dan kuning baru digunakan di kompetisi sepak bola Inggris pada 1976. Pasalnya, wasit kemudian terlalu mudah mengeluarkan kartu dan diprotes banyak pemain. Oleh sebab itu, penggunaannya sempat dihentikan pada 1981 dan 1987.
Yang menarik, ide ini diadopsikan di cabang olahraga hoki. Bahkan, kartu-kartu peringatan di cabang ini menggunakan tiga warna seperti lampu lalu lintas: hijau, kuning, dan merah. Hijau untuk peringatan, kuning untuk mengeluarkan pemain sementara waktu, dan merah untuk mengusir pemain secara permanen.


http://www.beritaunik.net/olahraga/asal-usul-kartu-merah-dan-kuning.html

Rabu, 08 Februari 2012

Sepatu Sepak Bola: Sejarah, Perkembangan dan Jenisnya (Bagian 2)


Memiliki sepatu sepak bola atau futsal seperti yang digunakan oleh bintang sepak bola idola kita tentunya menyenangkan. Namun tahukah Anda bagaimana sejarah dan perkembangan sepatu sepak bola hingga seperti sekarang ini?

Baca bagian sebelumnya: Sepatu Sepak Bola - Sejarah, Perkembangan dan Jenisnya (Bagian 1)

Setelah menyimak bagian pertama dari sejarah sepatu sepak bola, kini saatnya kita melangkah lebih jauh untuk mengenal bagian-bagian penting dari sebuah sepatu sepak bola.

BAHAN DAN BAGIAN-BAGIAN SEPATU
 

Kita mengetahui dengan pasti bagaimana bentuk sepatu sepakbola/futsal saat ini, namun apakah kita juga mengetahui dengan pasti bahan dan bagian-bagian sepatu yang kita miliki?, atau apakah bahan yang digunakan ini baik?, Berasal dari mana?, Apakah benar fungsi dari teknologi yang  digembar-gemborkan iklannya?, mari kita coba cari tahu satu-persatu.

Bahan Atau Material

Ada beberapa jenis bahan/material yang biasa digunakan untuk membuat sepatu, diantaranya: kulit, kain (Textile) dan bahan imitasi. Bagaimana cara kita mengetahui jenis bahan yang digunakan pada sepatu yang akan kita beli adalah dengan melihat gambar (Pictogram) yang biasanya terdapat di label atau kotak sepatu.

Berikut contoh gambar untuk menerangkan bahan sepatu yang digunakan:


Bahan yang terbaik dari semua bahan dalam pembuatan sepatu adalah:
  1. Pertama: Kulit (Leather) dianggap sebagai bahan sepatu yang terbaik, terutama kulit kanguru karena kekuatan dan kelenturannya membuat sepatu yang terbuat dari bahan ini sangat nyaman dipakai, bahan kulit lain yang banyak digunakan adalah kulit kerbau, namun kualitasnya tidak sebaik kulit kanguru.
  2. Kedua: Pada beberapa merk sepatu, kain/tekstil biasanya digunakan pada sepatu futsal tipe Sala. Keunggulannya adalah lebih ringan, menyerap keringat dan mengeluarkan panas (Breathable) karena berpori.
  3. Ketiga: Imitasi adalah bahan yang kurang baik durabilitasnya, mudah terkelupas dan robek terutama pada bagian jahitan, selain itu lebih kaku dibanding dua bahan lainnya, namun sekarang bahan ini terus dikembangkan dan banyak diciptakan bahan-bahan baru yang semakin baik seperti bahan berserat karbon yang ringan dan kuat.
Bagian Atas Sepatu

Bagian ini termasuk dalam perhatian khusus oleh produsen saat ini, selain akan menarik mata konsumen, juga banyak teknologi yang dapat disematkan di dalamnya. Faktor kenyamanan di bagian ini adalah pada lidah sepatu dan posisi/letak tali sepatu, untuk lidah sepatu pada bagian dalam biasanya dilapisi dengan bahan kain yang lembut, dan untuk bentuk umumnya adalah yang dapat ditekuk ke depan sehingga menutupi simpul tali sepatu, bentuk ini sangat baik dan berguna agar tali tadi lebih terlindungi juga akurasi tendangan dan kontrol bola lebih baik. Teknologi yang sering kita lihat saat ini dari bagian atas sepatu adalah tempat pemasangan tali sepatu yang menyamping, tujuannya sama dengan lidah sepatu, namun terkadang teknologi ini berimbas kepada kurang nyamannya pemakaian sepatu.


Bagian Depan Sepatu (Toecap)

Pada bagian ini, mungkin lebih banyak fungsinya ke model sepatu indoor (Untuk sepakbola outdoor-pun ada manfaatnya), selain karena tempo permainan yang cepat dan lapangan yang kecil. Pada permainan ini pemakai sepatu akan lebih banyak menggunakan bagain depan kaki, maka bagian toecap akan sangat berguna untuk menghindari cedera pada jari kaki.



Pada gambar di atas dapat kita lihat bagian-bagian penting pada sepatu futsal yang baik, yaitu:
A. Jahitan pada sol depan, yang memberikan kekuatan tambahan untuk menghindari lepasnya lem yang menggabungkan sol dengan bagian atas sepatu.
B. Bahan tambahan pada bagian depan sepatu untuk menghindari rusaknya bagian atas sepatu, bahan yang digunakan biasanya berupa bahan yang lebih tahan gesekan dan kuat seperti kulit yang dibalik (Suede).
C. Pelindung tambahan, untuk memperkuat dan melindungi jari kaki bahan yang dipakai biasanya berupa karet.

Bagian Belakang Sepatu (Back dan Heel)


Maksudnya adalah penopang tumit yang cukup kokoh, tidak mudah tertekuk dan juga bagian dalamnya yang cukup tebal untuk menahan benturan pada bagian tumit kaki ketika berlari. Untuk sepatu buatan pabrik biasanya pada bagian ini dilapisi dengan bahan EVA yang ringan dan empuk, pada beberapa merk lain digunakan peredam khusus seperti bantalan udara pada bagian dalam sol.
Di bagian tumit pada beberapa model sepatu ada yang menambahkan bahan karet yang tujuannya untuk memantapkan akurasi tendangan ketika melakukan Backheel (Mengoper/menendang dengan tumit), namun ini tidak terlalu penting karena hanya sebagai fitur tambahan saja.



Lapisan dalam dan sol dalam (Lining dan Insole)


Lapisan dalam ini adalah bagian yang langsung berhubungan dengan kaki kita, bahan yang digunakan adalah bahan yang lembut dan kuat serta dapat menyerap keringat dari kaki. Selain itu sol dalamnya juga empuk serta pada bagian di bawah sol akan dilapisi dengan kain/tekstil yang ikut dijahit, bukan hanya lapisan karton untuk menutup bagian sol bawah saja seperti terdapat pada sepatu dengan kualitas yang buruk. Terkadang pada bagian belakang sol bahan yang digunakan adalah imitasi bukan kain, untuk yang menggunakan bahan ini perlu dicoba apakah cukup lembut atau terlalu kaku karena kalau terlalu kaku dapat menyebabkan tumit melepuh (Blister).



Sol (Sole)


Sol/Sole ada di bagian bawah sepatu yang langsung bersentuhan/bergesekan dengan lapangan, yang perlu diketahui mengenai sol selain jenisnya adalah bagian-bagian penting yang tidak boleh dilewatkan, yaitu bagian Metatarsal dan Lengkungan kaki.

Pada gambar di bawah ada dua bagian sol yang ditandai, yang pertama adalah bagian Metatarsal, sol pada bagian ini sering diberi desain dan bahan khusus yang gunanya untuk memudahkan pergerakan terutama ketika hendak merubah arah. Bagian lainnya adalah lengkungan kaki (Arch) pada gambar dapat dilihat bagian penguat ini terbuat dari bahan plastik yang kaku, gunanya untuk menunjang bagian lekukan yang sangat berguna bagi yang memiliki bentuk "kaki bebek" (Telapak kaki yang rata).



Jenis Sol (Sole)
Karena, stimulus-stimulus yang diperkenalkan oleh produsen-produsen sepakbola (Terutama yang gencar beberapa tahun ini adalah Nike dan Adidas), kita sebagai peminat sepakbola diperkenalkan dengan istilah: SPEED (Kecepatan), CONTROL (Pengendalian) dan POWER (Kekuatan).
Untuk satu benda yang bernama sepatu, produsen sepatu olahraga yang satu ini telah mengembangkan berbagai macam teknologi, perhatian mereka mulai dari warna, bentuk, bahan, kegunaan utama, dan lain-lain yang kadang membuat kita semakin bingung.

Mungkin terlebih dahulu akan kita paparkan mengenai Sol bawah, seperti yang telah dijelaskan di atas (Pada bagian-bagian sepatu) sol sepatu banyak macamnya, mungkin dahulu kita Cuma mengenal 3 macam, namun karena beberapa tahun ini mulai ramai dikenal olahraga Futsal, maka secara umum jenis Sol sepatu terbagi menjadi 4 macam, yaitu: SG (Soft Ground), FG (Firm Ground), HG (Hard Ground), dan AG (Artificial Ground) / IN (Indoor). Untuk jenis AG atau IN sendiri dibagi dalam 2 desain, yaitu: IC (Indoor Court) n TF (Turf).
 

Berikut penjelasan pembagian sepatu sepakbola berdasarkan tipe lapangan:
1.    Soft Ground (SG)
Jenis sepatu ini untuk digunakan di lapangan soft, sepatu ini memiliki 2 stud belakang (pul) dan 7 stud depan, bahan outsole biasanya dari TPU (plastik) dengan ujung stud berbahan aluminium.
2.    Firm Ground (FG)
Jenis sepatu ini untuk digunakan di lapangan dengan kekerasan sedang, memiliki 4 stud belakang dan 9 stud depan, bahan outsole biasanya dari TPU (plastik).
3.    Hard Ground (HG)
Jenis sepatu ini untuk digunakan di lapangan keras, memiliki 4 stud belakang dan 11 stud depan, bahan outsole biasanya dari rubber
(karet) atau TPU yang soft.
4.    Artificial Ground (AG) / Indoor (IN) yang terdiri dari dua macam yakni:

- Indoor Court (IC)
Sepatu ini digunakan untuk lapangan indoor berlantai halus, tidak memiliki stud, bahan outsole dari rubber, kode sepatu ini pada berbagai merk biasanya ditulis dengan: IN/IC/Indoor


 

- Turf (TF)
Sepatu ini digunakan untuk lapangan indoor dengan rumput buatan, memiliki stud/pul kecil-kecil yang banyak, bahan outsole-nya dari rubber, kode sepatu ini pada berbagai merk biasanya ditulis dengan: TF/TT/Turf. Stud/pul ini sangat cocok digunakan pada lapangan rumput sintetis karena akan memberikan grip pada kaki ketika berlari atau saat menendang terutama pada kaki tumpuan. (bola/row)

sumber : bola.net

Irfan Bachdim kini telah resmi menjadi seorang ayah

Kiyomi, Putri Irfan Bachdim dan Jennifer Telah Lahir
Irfan Bachdim berbahagia sambut kelahiran putrinya (c) Bola.net

Kiyomi, Putri Irfan Bachdim dan Jennifer Telah Lahir

 

Bola.net - Aroma kebahagiaan kini sedang menyelimuti pasangan Irfan Haarys Bachdim dan Jennifer Jasmine Kurniawan. Keduanya kini menyambut anggota baru dalam keluarga, Kiyomi Bachdim yang lahir pada hari Minggu (05/02).

Seperti diungkapkan oleh salah seorang offisial Persema, Umar kepada Bola.net. Bayi cantik berjenis kelamin perempuan ini lahir pada hari Minggu (05/02) pukul 01.00 WIB di kediaman Irfan, sebuah kawasan perumahan di Kota Malang.

"Benar Mas. Jennifer sudah melahirkan Minggu (05/02) kemarin. Bayinya perempuan dan diberi nama Kiyomi," ungkap Umar kala dihubungi Bola.net.

Selain itu, kabar bahagia ini juga diungkapkan oleh rekan satu tim bintang Persema ini, Joko Ribowo. Menurut Joko, memang benar putri Irfan telah lahir.

Namun, sejauh ini rekan-rekan satu timnya masih belum sempat menjenguk putri Irfan itu. "Belum Mas. Sekarang masih mempersiapkan diri menghadapi laga berat melawan Persebaya. Nanti, setelah pertandingan itu kami berencana ke sana," ujarnya.

Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, Irfan masih belum bisa dihubungi. Demikian pula Kim Jeffrey Kurniawan, adik Jennifer dan rekan satu tim Irfan di Persema.   (den/mac)

sumber : bola.net